1.
Warnanya putih keperak-perakan
Wanginya merebak di sekujur tubuhnya
Ia cari pemiliknya, tak berbekas
Lembaran merah teronggok
Dengan catatan : untuk beli beras dan susu anakmu
2.
Kakinya penuh koreng, daki menggumpal
Tak bersandal mengejar mimpi
Teruslah kejar,
Koruptor ada di sana tertawa
Membawa jatahmu, jatahku, jatah anak-anak kita
Ke lumbungnya tanpa permisi
Bahkan bisik muslihat
Menjerat jaksa dan hakim dalam simphoni bualan
Revolusi tak pernah usai, kawan!
Sebab kemiskinan akrabi kita
Besok, lusa….
Entah apa lagi yang harus kita curi
Agar anak-anak kita tak lapar
dan si durjana menangis dibalik jeruji
3.
Berbaliklah!
Lihat angkara menahan murka
Ketika sejarah menggores luka
Tak beringsut
Menapak jejak yang makin dalam
Terjerembab dalam selingkuh jabatan
Berbaliklah!
Tengok nestapa yang menjamur
Melumatkan satu generasi
Tersaput badai gelombang kemelaratan
Imbas durhaka pada sumpah jabatan
Dan di sini rintih itu semakin deras dan keras…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar